Kekuatiran

Di antara kita mungkin pernah berjumpa dengan kawan lama dan kita hampir tidak mengenalinya. Wajahnya sangat berubah, terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Setelah berbincang-bincang akhirnya saya mengetahui bahwa ada banyak hal yang sedang di pikirannya dan membuatnya kuatir. Ia kuatir dengan masa depan keluarganya, masa depan anak-anaknya dan masa depan pabrik tempat di mana ia bekerja. Hal itu terus mengganggu pikirannya dan akhirnya berimbas pada penampilan fisiknya terlihat kurus dan tua. Sepintas, kekuatiran merupakan hal lazim karena semua orang mengalaminya. Namun Yesus mengingatkan ada bahaya besar dalam kekuatiran. Yesus berkata bahwa kekuatiran tidak dapat menambah sehasta pada jalan hidup manusia. Dengan kata lain kekuatiran memperpendek usia manusia. Secara medis hal ini dapat dijelaskan, ada sejenis hormon dalam tubuh manusia yang tidak dapat bekerja ketika seseorang tidak tenang atau gelisah. Semakin lama tidak tenang, semakin lama kuatir, semakin lama pula hormon tersebut tidak bekerja. Akibatnya, kesehatan semakin memburuk.

Itulah sebabnya kita, jangan terlalu menguatirkan segala sesuatu. Percayalah bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Tuhan sedemikian rupa bagi kita. Sebagai orang percaya kita hanya perlu menjalaninya, berusaha dan berserah penuh kepada-Nya. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita seorang diri, bahkan Ia berjanji akan memberikan jalan keluar ketika kita menghadapi masalah. Karena itu jangan kuatir tentang apa pun juga, dan teruslah percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati.

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”
Mazmur 37:5

Bagikan Artikel: