Kekuatan dalam Kelemahan

Kekuatan dalam Kelemahan
Kekuatan dalam Kelemahan

Selama ini kita mengenal fashion show identik dengan wanita bertubuh langsing dan tinggi, namun beberapa tahun belakangan ada yang unik karena digelarnya fashion show untuk wanita-wanita gemuk. Beberapa brand fahion ternama berkolaborasi mendukung wanita gemuk untuk terjun ke dunia mode. Layaknya model-model ramping, mereka juga bisa menjadi model dan tidak canggung berjalan di runway untuk memamerkan pakaian mereka. Hal itu menunjukkan bahwa melalui kelemahan yang biasanya mereka tutupi dan malu karenanya, mereka tetap bisa berbangga dan berkarya.

Di Alkitab banyak kisah yang menunjukkan bahwa Allah memilih orang-orang yang dipandang sebelah mata dan dianggap kecil. Musa yang tidak pandai berbicara dipakai untuk membebaskan bangsa Israel. Abraham dan Sara yang berusia sangat lanjut masih dipakai untuk menghasilkan bangsa yang sangat besar. Gideon yang masih sangat muda dipakai untuk membawa kemenangan bagi bangsanya. Daud yang paling muda dari saudara-saudaranya dan tidak kelihatan seperti pahlawan perang dipakai Allah untuk mengalahkan Goliat dan membawa kemenangan bagi bangsa Israel. Dan masih banyak lagi. Semua orang dapat dipakai Allah melebihi segala kelemahannya.

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat (1 Kor. 1:27). Dalam segala kelemahan, kita akan beroleh kekuatan. Kekuatan dari Tuhan akan memampukan kita mengatasi segala hal yang tidak sanggup kita atasi. Bukan apa yang dikatakan orang lain yang menentukan siapa diri kita, melainkan apa yang kita pilih dan kita lakukanlah yang akan menentukannya. Asal kita mau mendengar suara Tuhan dan ikut dalam setiap rencananya, maka setiap kelemahan yang kita punya akan diubah dan dipakai menjadi kelebihan yang mampu membawa kita sampai pada tujuan dan membawa berkat bagi orang lain.

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

2 Korintus 12:10

Bagikan Artikel: