Kekecewaan

Manusia dengan segala keterbatasannya sering membuat manusia lainnya merasa dikecewakan. Tetapi Tuhan dengan segala kekuatan-Nya yang tak terbatas memberikan kasih dan kesetiaan untuk menolong setiap umat-Nya. Ketika kita merasa kecewa kepada manusia, rasanya ingin membalas, melampiaskan semua kekesalan dalam hati kita. Terlebih lagi orang yang mengecewakan kita adalah orang yang seringkali kita tolong. Kekecewaan kita seakan berkali-kali lipat seperti dihancurkan dan ditusuk dari belakang, akibatnya kita menjadi orang yang enggan menolong, malas untuk berbuat baik lagi. Hal ini terjadi karena manusia adalah makhluk terbatas, segala yang ada pada dirinya sifatnya terbatas, baik kesabaran, kebaikan, kerelaan dan kasihnya. Ada yang dengan mudahnya membuat orang lain kecewa, yang pada akhirnya yang dikecewakan mulai berubah menjadi orang yang malas dan enggan untuk menolong akibat dari rasa kecewa yang dialaminya. Itulah manusia! Keterbatasan membuat manusia tidak dapat bersikap seharusnya. Bahkan terkadang manusia tidak mampu membedakan sikap yang benar dan salah karena kekecewaan yang dialaminya, sehingga bertindak mengikuti keinginan hatinya, tanpa mempedulikan perasaan orang lain.

Namun firman Tuhan terus memberikan kita penghiburan bahwa kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya tidak akan pernah berubah bagi orang yang berpegang pada janji-Nya dan yang melakukan perintah-perintah-Nya. Karena itu ketika kita sedang dalam keadaan kecewa, lihatlah pada Tuhan yang tidak pernah mengecewakan. Ketika kita ingin membalas atau kita enggan untuk berbuat baik, lihatlah Tuhan yang terus setia dan terus mengampuni kita tanpa batas. Dengan demikian kita menjadi orang-orang yang tidak mudah kecewa dan tidak enggan melakukan perbuatan-perbuatan baik hanya karena pernah dikecewakan. Jangan pernah lelah untuk berbuat baik, karena Tuhan yang setia dan penuh kasih akan terus menguatkan dan mengingat perbuatan baik kita.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Mazmur 103:8

Bagikan Artikel: