Kejujuran
Kejujuran

Jojo sudah dilarang oleh ibunya untuk tidak memakan perman maupun cokelat. Saat itu ketika pulang sekolah, Jojo mampir ke minimarket untuk membeli permen dan cokelat. Ia memakannya sampai habis sebelum tiba di rumah.

Ibu bertanya pada Jojo mengapa ia terlambat pulang. Jojo mengatakan bahwa ia ada pelajaran tambahan, padahal ibunya sudah menelpon pihak sekolah. Lalu Jojo mengatakan lagi bahwa pelajaran tambahan itu dilakukan di rumah temannya secara berkelompok. Pertanyaan ibunya selalu dijawab dengan kebohongan olehnya. Hingga ketika malam tiba, Jojo mengeluh sakit pada giginya. Sampai kemudian ia mengakui kesalahannya.

Saat kita terdesak oleh keadaan yang rumit, kerap kali kita menggunakan lidah untuk menyelamatkan kepentingan/kesenangan kita pribadi. Kita membiarkan lidah melakukan banyak kebohongan. Semakin lidah lihai berbohong, semakin kita diuntungkan.

Berbohong itu sama halnya kita sedang menabur bencana untuk diri kita sendiri. Ketika kebohongan itu berhasil diungkap oleh orang lain, maka tidak akan ada seorang pun yang akan mempercayai kita. Marilah kita belajar untuk mengatakan kejujuran, sebab hanya dengan cara demikianlah dosa lidah dapat dihentikan.

Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.

Mazmur 39:2