Kebohongan yang Mematikan

Kebohongan yang Mematikan
Kebohongan yang Mematikan

Raja memborong benyak sekali lukisan ketika hendak kembali ke istananya dari perjalanan jauh. Raja begitu mengagumi hasil karya pelukis itu. Kepada raja pelukis itu mengaku bahwa ia mengejarkan semua lukisan itu seorang diri dalam waktu yang singkat. Beberapa hari kemudian raja mengundang pelukis itu ke istana untuk diberi penghormatan.

Sesampainya di istana, pelukis dijamu dengan sangat mewah. Banyak makanan dan juga perhiasaan yang telah diberikan padanya. Sebelum pelukis itu dizinkan pulang, raja memintanya untuk memenuhi seluruh dinding istananya dengan lukisannya. Pelukis itu kemudian menjadi sangat gugup. Ketika memegang kuas, lututnya gemetar. Raja menjadi marah sebab pelukis itu telah berjam-jam lamanya hanya berdiri memandangi dinding di tengah ketakutannya. Rupanya pelukis itu berbohong. Selama ini lukisan yang ia jual adalah milik adiknya. Karena telah berbohong kepada raja, maka pelukis palsu itu mendapatkan hukuman yang berat.

Kebohongan tidak akan pernah bertahan lama. Mungkin kebohongan akan membawa kita kepada keberuntungan, namun suatu saat akan membawa kita kedalam permasalahan yang lebih berat. Ada baiknya mengakui kemampuan kita daripada pada akhirnya hanya akan mengecewakan orang lain. Dalam kekecewaan orang lain kepada kita, ada berkat yang semakin Tuhan jauhkan dari kehidupan kita.

Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan.

Amsal 30:8a

Bagikan Artikel: