Kasih yang Tak Wajar

Kasih bukanlah sebuah perasaan, melainkan sebuah komitmen. Mengasihi seseorang adalah sebuah keputusan yang disengaja, sebuah tekad yang didasarkan pada kesadaran diri bahwa kita pun dikasihi.

Sepertinya perintah untuk mengasihi orang yang membenci kita adalah sebuah perintah yang nyeleneh, tidak masuk akal. Tetapi inilah yang diinginkan Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Sebab bukti bahwa kasih Allah ada dalam orang tersebut adalah ketika ia mampu mengasihi orang yang telah menyakitinya. Mengasihi orang yang mengasihi kita itu adalah sesuatu yang biasa, orang-orang yang tidak mengenal Tuhan pun melakukan hal yang sama. Justru ketika kita mampu mengasihi orang yang membenci dan memusuhi kita, kasih kita akan bertumbuh dan teruji kekuatannya.

Tunjukkanlah kasih meski itu mungkin tidak wajar di mata dunia. Meneladani Yesus, yang tetap mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Bahkan untuk membuktikan kasih-Nya Ia rela mati bagi kita, orang-orang yang membenci dan memusuhi-Nya.

tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuat baiklah kepada orang yang membenci kamu
Lukas 6:27

Bagikan Artikel: