Kasih Mengakhiri Permusuhan

Mengakhiri Permusuhan
Mengakhiri Permusuhan

Hubungan persaudaraan yang terjalin antara Yakub dan Esau sempat tidak baik. Hal ini disebabkan karena Yakub berpura-pura menjadi Esau untuk menerima berkat dari ayah mereka, Ishak. Esau menjadi sangat marah dan Yakub melarikan diri ke rumah Laban. Setelah lewat 20 tahun ia tinggal bersama Laban, akhirnya Yakub kembali ke tanah kelahirannya dengan harap-harap cemas, namun ternyata setelah bertemu Esau, mereka saling berpelukan dan menangis, melupakan semua perseteruan yang terjadi.

Allah mencurahkan kasih-Nya kepada kita dengan tujuan agar hidup kita juga penuh dengan kasih. Kasih dari Allah akan memampukan kita memaafkan orang lain. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati. Kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih mampu mengakhiri permusuhan yang berkepanjangan dan menghilangkan kebencian. Kasih mampu meruntuhkan ego dan prasangka yang seringkali mengaburkan pandangan kita.

Kita mungkin punya kisah masa lalu yang membuat kita kecewa dan marah pada orang lain yang berujung pada permusuhan. Namun walau berat untuk dilupakan, kita tetap harus berdamai dan menunjukkan kasih Allah. Karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang penuh kasih, Allah yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Kasih itu harus nyata dalam setiap perjalanan hidup kita, kasih akan menunjukkan jalan keluar dari setiap persoalan dan mengakhiri permusuhan.

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kolose 3:14

Bagikan Artikel: