Kasih dan Keadilan Allah

Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tetap merupakan satu kesatuan dari awal sampai akhir tanpa kontradiksi. Dalam Alkitab ditemukan bagaimana Allah dengan kasih, kemurahan dengan keadilan memperlakukan orang-orang berdosa dalam berbagai situasi. Kasih Allah kepada ciptaan-Nya khususnya umat manusia, nyata dalam hubungan yang khusus antara Allah dan umat manusia, nyata dalam Alkitab. Allah dengan kasih dan murah hati menarik manusia ke dalam hubungan yang khusus dengan diri-Nya, bukan karena manusia pantas mendapatkannya, namun karena Allah itu penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Namun kita juga melihat Allah yang suci dan benar, Allah yang Adil, Allah yang adalah hakim bagi semua yang tidak taat kepada firman-Nya dan menolak menyembah Dia.

Jika sampai hari ini kita masih menikmati kasih, kemurahan, kebaikan Allah jangan sekali-kali kita mencobai Allah dengan melanggar perintah dan ketetapan-Nya atau bahkan menolak menyembah Dia. Ingatlah tidak seorang pun di dunia ini yang bisa luput dari penghakiman Allah dan tidak ada yang bisa menghindari penghukuman Allah. Ingatlah Ia sekali-kali tidak akan membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Dan jika hari ini kita masih hidup meski pun melanggar perintah dan ketetapan-Nya, artinya Ia masih memberi kita kesempatan untuk dapat berbalik dan kembali kepada-Nya, Ia akan mengampuni kesalahan dan pelanggaran kita. Jangan menyia-yiakan panjang sabarnya Allah, Jangan menyepelekan kasih-Nya yang berlimpah. Sebab akan tiba waktunya Allah berkata “cukup” dan tidak ada kesempatan lagi bagi kita. Mari kita pergunakan waktu kemurahan Allah ini dengan sebaik-baiknya.

TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi tidak sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunannya yang ketiga dan keempat.
Bilangan 14:18

Bagikan Artikel: