Karena Kita, Dia Menderita

Karena Kita
Karena Kita

Hukuman salib merupakan salah satu bentuk hukuman yang paling kejam dan sadis yang pernah ada di dunia. Tujuan dari penyaliban bukanlah kematian itu sendiri, melainkan penderitaan saat menjelang kematian. Proses penyaliban memerlukan waktu yang relatif lama sehingga saat-saat penderitaan menjadi panjang. Penyaliban adalah salah satu bentuk hukuman yang diterapkan dalam Kekaisaran Romawi untuk para pemberontak dan pelaku kriminal. Namun untuk kasus Yesus, tidak didapati kesalahan sekecil apa pun ketika Pilatus mengadilinya. Tidak ada kejahatan sekecil apapun yang merugikan orang lain yang telah dilakukan-Nya. Yesus disalibkan bukan karena kesalahan-Nya, Yesus menderita karena dosa dan kesalahan kita.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yoh. 15:13). Kasih itulah yang menyembuhkan kita, kasih Allah melalui bilur-bilur Yesus di kayu salib. Dalam Yesaya 53:4 dikatakan, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.” Yesus dihukum supaya kita diselamatkan. Karena kita Dia menderita, karena kita Dia disalibkan, agar dunia yang hilang diselamatkan dari hukuman kekal.

Pandanglah salib Yesus, ingatlah betapa besar harga yang harus dibayar di sana, betapa mahal darah yang sudah tercurah di sana. Semua itu karena kita, semua itu untuk kita. Kita adalah alasan mengapa Yesus menanggung semua penderitaan hingga Ia mati di kayu salib. Karena itu sudah selayaknya kita meninggikan Dia dengan pujian dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak berkenan bagi-Nya. Bukalah hati kita untuk semakin menyadari bahwa salib Yesus adalah bukti betapa besar anugerah Allah dalam hidup kita.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Yesaya 53:5

Bagikan Artikel: