Kamu Mencintainya?

Kamu Mencintainya
Kamu Mencintainya

Saat kamu menyakiti anakmu, memukulinya, membiarkan dia menangis sendirian ketika terjatuh, membiarkannya dicemooh teman-temannya, bahkan lebih sibuk dengan dirimu sendiri, apakah itu disebut kamu mencintainya?

Saat kamu jarang pulang ke rumah, melawatkan banyak waktumu bersama rekan-rekanmu, bahkan selingkuh di belakang pasanganmu, apakah itu disebut kamu mencintainya?

Saat kamu mulai berani memaki, tidak lagi menjenguknya, menelantarkannya, dan melupakan semua kasih sayang orang tuamu selama kamu belum sesukses sekarang, apakah itu disebut kamu mencintainya?

Keluarga itu adalah sebuah anugerah. Kamu belum tentu bisa mengerti bagaimana harus mengasihi orang tuamu sebelum kamu merasakan mengasihi anakmu. Kamu belum tentu bisa merasakan cinta yang luar biasa dari orang-orang lain selain dari pasanganmu sendiri.

Tuhan mencurahkan berkat dan kebaikkannya di tengah-tengah keluarga yang hidup dalam keharmonisan. Untuk bisa harmonis, maka harus memiliki dasar yang kuat, yaitu takut akan Tuhan.

Sudahkah kamu benar-benar mencintai keluargamu?

 

Bagikan Artikel: