Jika Aku Lemah, Maka Aku Kuat

Jika Aku Lemah
Jika Aku Lemah

Jika kita sedang meperhatikan sebuah timbangan, maka sisi yang diisi oleh beban yang lebih banyak maka posisi timbangan itu akan semakin menurun, sebaliknya jika beban-beban itu diambil, maka posisi akan semakin naik. Logikanya bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, semakin banyak beban yang kita pikul, maka akan semakin melemahkan kualitas kehidupan kita.

Tidak heran jika hukum dunia kerap memanfaatkan kelemahan-kelemahan seseorang untuk menindas mereka, sedangkan mereka yang tidak berdaya hanya bisa pasrah akan nasib kehidupan yang mereka jalani saat ini.

Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita harus memiliki pemikiran yang berbeda. Bukan dunia yang memegang kendali atas hidup kita melainkan Tuhan. Seberat apapun persoalan yang kita hadapi, jika Tuhan mengizinkan hal itu terjadi, maka Tuhan pula yang akan memikul-Nya ganti kita.

Tuhan tidak pernah mengizinkan pencobaan untuk membuat kita semakin lemah, namun akan membuat kita semakin kuat. Ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil melalui pencobaan-pencobaan yang berhasil kita lalui dan dari situlah kualitas hidup kita teruji.

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat

2 Korintus 12:10

Bagikan Artikel: