Jembatan Menuju Hidup

Jembatan Menuju Hidup
Jembatan Menuju Hidup

Setiap tanaman yang hidup pasti memiliki akar untuk memperoleh sumber air. Namun jika tanaman tersebut dicabut beserta dengan akarnya dan dibiarkan begitu saja tanpa ditanam kembali, apa yang akan terjadi? Akankah tanaman itu dapat bertahan hidup atau sebaliknya? Tanaman yang tidak mendapatkan sumber air dan mineral-mineral lainnya dari dalam tanah, maka tanaman itu akan mati.

Hal yang sama juga akanĀ  terjadi dalam kehidupan kita bila hidup kita tidak berakar kuat di dalam Yesus.. Kita membiarkan hidup kita tercabut dari keselamatan dan memilih untuk tinggal bersama dosa. Kita terus menerus hidup dengan mementingkan kepentingan duniawi, sementara kerohanian kita sedang menuju kematian. Ini adalah keadaan yang sangat membahayakan bagi kita.

Untuk menghindari hal ini, terlebih dahulu kita harus mau untuk dimatikan oleh Yesus. Kematian yang yang dimaksud bukanlah kematian secara jasmani melainkan kematian akan dosa-dosa sebagai jembatan untuk menuju hidup baru. Kita harus mematikan kedagingan kita. Mati bagi keegoisan kita. Bila kematian ini belum kita alami, maka kita tidak tidak dapat mengalami kehidupan baru. Kematian bersama dan di dalam Kristus akan membuat kita hidup bersama Kristus di dalam Allah.

Sebab, kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah.

Kolose 3:3

Bagikan Artikel: