Jangan Merebut Suami Orang

Menyukai, mencintai atau bahkan ingin memiliki seseorang sebagai pendamping hidup tidaklah salah. Yang keliru adalah ketika cinta itu diperuntukkan pada seseorang yang telah memiliki istri/suami. Tuhan tidak pernah mengajar kita untuk menghancurkan rumah tangga orang lain.

Jangan merebut suami orang. Jangan pula merebut istri orang. Hendaklah rasa cinta itu berada di jalan yang benar. Jangan beranggapan bahwa ketika kita mampu merebut pasangan orang lain, kita akan bahagia. Tidak!

Seseorang yang rela meninggalkan pasangannya demi kita adalah pribadi yang tidak setia. Selingkuh itu seperti penyakit yang bisa kambuh kapan saja. Jadi janganlah kita membawa penyakit itu masuk dalam kehidupan kita bila kelak tidak ingin tersakiti.

Bagikan Artikel: