Jangan Lupa Bersyukur

Jangan Lupa Bersyukur
Jangan Lupa Bersyukur

Segelas air yang kita minum pagi ini atau air berlimpah yang bahkan sering terbuang di rumah merupakan pemandangan biasa bagi kita. Namun kita harus ingat bahwa sebagian orang di daerah terpencil Afrika masih sangat sulit untuk bisa menikmati seteguk air bersih setiap harinya. Begitu juga saat berbelanja, berlibur, dan tidur dengan aman dan nyaman merupakan suatu hal yang lumrah kita lakukan. Namun jika kita memandang ke daerah rawan konflik dan perang, kita akan tahu bahwa mereka harus menyaksikan rentetan tembakan dan bom di sekitar mereka setiap hari dan dibayang-bayangi ketakutan.

Apakah kita sudah mengucap syukur hari ini? Untuk kesehatan, rasa aman, makanan dan minuman, keluarga dan sahabat, pekerjaan, dan orang-orang baik di sekitar kita. Hal kecil dan sederhana seperti itu, yang seringkali kita abaikan dan sudah dianggap biasa, bisa menjadi sangat langka dan berharga buat kehidupan orang lain di belahan bumi yang lain. Walaupun terlihat sederhana, namun sangat pantas kita menaikkan ucapan syukur untuk hal-hal yang kelihatannya kecil tersebut.

Apapun yang sedang kita alami, jangan lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Bahkan di dalam penderitaan dan kesulitan sekalipun, penyertaan Tuhan tetap nyata. Dan kita tidak boleh terlena menikmati semua kebaikan yang Tuhan berikan sehingga membuat kita lupa kepada-Nya. Tuhan tersenyum ketika kita memuji dan menaikkan ucapan syukur kepada-Nya secara terus-menerus. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (Ibr. 13:15).” Jangan lupa bersyukur atas apa pun yang masih kita miliki dan mampu kita rasakan saat ini, sebab banyak orang di tempat lain yang tidak seberuntung kita.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

1 Tesalonika 5:18

Bagikan Artikel: