Jangan Larut dalam Kesedihan

Larut dalam Kesedihan
Larut dalam Kesedihan

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap dan ada waktu untuk menari. Semuanya akan berganti dan berputar, maka saat kita sedang mengalami hal buruk, jangan larut dalam kesedihan, jangan berlarut-larut menyesali dan mengasihani diri sendiri.

Dalam keadaan apapun kita harus maju dan menerima keadaan yang baru. Jangan berlarut-larut dalam masalah atau kegagalan yang kita hadapi. Hal ini tidak akan menyelesaikan permasalahan, namun membuat kita semakin jauh dari kesempatan-kesempatan baru. Hidup ini terus berputar dan jika kita hanya diam di tempat, berarti kita akan kehilangan banyak kesempatan. Tetaplah percaya bahwa harapan yang kita letakkan di dalam Tuhan akan mengubah dukacita menjadi sukacita.

Jangan sampai kita dikalahkan oleh keadaan, namun sebaliknya kita harus bisa mengalahkan permasalahan dengan terus bangkit dan maju. Tetaplah semangat dan bersukacita untuk menerima hal-hal baru yang lebih baik. Seperti yang tertulis dalam Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Tinggalkan kesusahan hati dan kesedihan, sebab Tuhan telah menyediakan sukacita di depan sana, bersiaplah untuk menyambutnya.

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Filipi 3:13b

Bagikan Artikel: