Jangan Hanya Mengikuti Perasaan

Ada seseorang yang hidupnya bergantung pada perasaannya. Ketika apa yang ia rasa saat itu baik, maka ia pergi bekerja. Namun saat yang ia rasa buruk, ia hanya akan mengurung diri di rumah seharian. Alasannya adalah agar ia terhindar dari celaka. Karena terlalu menuruti perasaannya, akhirnya ia dipecat dari tempatnya bekerja.

Perasaan tidak selalu benar. Perasaan bisa dengan mudah dibolak-balikkan oleh iblis. Ada rupa-rupa rasa yang iblis buat untuk membuat kita takut, cemas, kuatir, ragu-ragu, bimbang, benci. Jika kita tunduk terhadap perasaan kita sendiri, maka kita akan hancur secara perlahan.

Bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Katakan dengan iman kepada perasaan takut itu bahwa kita memiliki penjamin hidup yang hebat. Yesuslah yang menjamin masa depan kita.

Bagikan Artikel: