Jangan Banyak Bicara

Jangan Banyak Bicara
Jangan Banyak Bicara

Di sebuah desa sedang diadakan pemilihan pemimpin yang baru. Ada dua warga yang mencolankan diri agar dipilih sebagai pemimpin berikutnya. Calon yang pertama lebih suka berkeliling desa yang berbicara banyak hal. Dia menjanjikan kesejahteraan warga dan lainnya.

Berbeda halnya dengan calon yang kedua. Pemuda ini lebih banyak menjaga mulutnya dan lebih suka melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama. Seperti membersihkan desa, memberikan penyuluhan dan terbuka.

Alhasil pada saat pemilihan, warga lebih banyak memilih calon yang kedua karena lebih banyak bertindak daripada berkata-kata. Itulah yang dibutuhkan orang lain, sebuah tindakan nyata.

Tuhan juga menghendaki agar kita lebih banyak bekerja dengan benar tanpa harus mengumbar-umbar janji namun tidak mampu untuk menepati. Jadilah berkat bagi orang lain melalui tindakan kita.

Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Amsal 10:19

Bagikan Artikel: