Ini Aku Tuhan, Utuslah Aku

Ini Aku Tuhan, Utuslah Aku
Ini Aku Tuhan, Utuslah Aku

Hacksaw Ridge adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata tentang prajurit Amerika Serikat bernama Desmond Thomas Doss yang tanpa membawa senjata berhasil menyelamatkan sekitar 75 orang prajurit di tengah perang. Atas keberaniannya itu Pemerintah Amerika Serikat menganugerahkan bintang kehormatan Medal of Honor, yaitu medali kehormatan tertinggi untuk seorang prajurit. Desmond adalah tentara angkatan bersenjata Amerika Serikat divisi medis yang bertugas saat Perang Dunia II dan ditempatkan dalam Perang Pasifik. Pada Perang Dunia II Desmond merasa terpanggil untuk mengabdi pada negara sehingga ia mendaftarkan diri menjadi prajurit sukarelawan bagian medis yang akan ditugaskan di lokasi perang. Namun saat sedang berlatih Desmond menyatakan dirinya menolak kekerasan dan menolak memegang senjata. Ia tidak ingin membunuh bahkan dalam medan perang sekalipun karena hal itu bertentangan dengan imannya. Karena hal ini ia sempat diperlakukan semena-mena, dibully, dan mendapat hukuman karena dianggap sebagai pembangkangan terhadap militer dan negara. Namun ia tidak menyerah dan tetap percaya bahwa ia mampu menyelamatkan nyawa rekan-rekannya tanpa harus mengorbankan nyawa musuhnya. Ia tetap ingin mengabdi dengan menyumbangkan tenaga dan talentanya tanpa harus melanggar firman Tuhan.

Walaupun menolak memegang senjata dan tidak belajar memegang senjata, Desmond memiliki kemampuan dalam hal ketahanan fisik dan kegesitan. Desmond juga memiliki keberanian yang luar biasa dan kepercayaan penuh pada Tuhan. Akhirnya dalam perang pasifik di Okinawa atau dikenal dengan Hacksaw Ridge, di tengah brutalnya manusia yang dibutakan oleh konflik dan perang, ia berulang kali berlari sendirian di zona perang, membopong sendiri rekan-rekannya yang terluka untuk diselamatkan, walau tanpa memegang senjata sekalipun dan tanpa membunuh satupun musuhnya. Dan setiap kali ia menyelamatkan nyawa temannya, Desmond berulang-ulang berdoa agar bisa menyelamatkan lebih banyak orang, “Tuhan, tolong bantu saya mendapatkan satu orang lagi.”

Mungkin kita pernah merasakan beratnya saat ingin berbuat baik, dicemooh karena iman dan keteguhan kita, atau karena dianggap berbeda dengan kebiasaan dunia. Namun kalau kita mau memandang dari sudut pandang yang tepat, kita akan menyadari justru melalui momen itulah kita ditempah Tuhan untuk tetap menjadi pribadi yang penuh kasih dan peduli terhadap orang lain. Kerja keras dan kesungguhan akan mampu mengatasi kekurangan, karena Tuhan akan memampukan kita dengan cara-Nya yang ajaib. Sehingga kita dapat memberikan sesuatu yang berbeda melalui iman dan rasa kemanusiaan yang besar. Kita harus cerdik namun tetap tulus, harus tangguh namun tetap rendah hati. Seperti yang tertulis dalam Matius 10:16, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Apapun rutinitas kita setiap harinya, marilah kita mengambil pilihan untuk bergantung penuh pada Tuhan dan menjalani kehidupan untuk selalu melayani.

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Yesaya 6:8

Bagikan Artikel: