Iman yang Sederhana

Iman yang Sederhana

Iman yang Sederhana

Anak-anak mempunyai pola pikir yang sederhana. Mereka selalu antusias, penuh tawa, dan rasa ingin tahu yang tinggi atas segala sesuatu di sekitar mereka dan yang mereka lihat. Mereka juga punya mimpi yang besar, lebih besar dari ketakutan mereka dan tidak pusing memikirkan bagaimana cara mereka mencapainya. Anak kecil memiliki kepercayaan yang tulus dan pengharapan penuh pada orang tuanya, karena itu mereka akan merasa aman jika bersama dengan orang tuanya.

Pemikiran yang semakin rumit dan penuh dengan rencana, kekuatiran, resiko, dan aneka permasalahan hidup seringkali menghalangi iman kita untuk percaya sepenuhnya pada Allah dan kehendak-Nya. Kekuatiran menghalangi pandangan kita untuk melihat pemeliharaan Tuhan dalam hidup dan masalah membuat kita tidak semangat menyambut berkat Tuhan setiap harinya. Pengetahuan yang tinggi dan pemikiran yang rumit juga semakin menambah rasa kuatir dan ketakutan kita. Hidup pun kemudian menjadi lebih berat karena kita tidak memiliki kegembiraan dan sukacita yang murni seperti seorang anak-anak.

Yesus mengatakan bahwa kita harus menjadi seperti anak kecil, penuh sukacita, ketulusan, dan memiliki kepercayaan penuh pada orang tuanya. Allah ingin agar kita senantiasa bersukacita atas kebaikan-Nya dalam hidup kita. Allah ingin agar kita percaya pada-Nya bahwa apapun yang kita alami semuanya ada dalam kendali-Nya. Karena itu jangan sampai masalah dan kekuatiran mengikis iman percaya kita pada-Nya.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

Markus 10:15

Bagikan Artikel:

Tags: , , ,


youtube

youtube

youtube

youtube



youtube
facebook
twitter

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose