Iman yang Menyelamatkan

Ketika kita belajar sosok Nuh, kita akan mendapati seorang yang luar biasa dalam mempercayai Tuhan atau imannya kepada Tuhan. Nuh hidup di zaman yang rusak dan bobrok namun Allah mendapati dirinya sangat berbeda dengan semua orang pada zamannya.

Sekalipun belum pernah terjadi, ketika diperingatkan Allah akan adanya penghukuman dengan iman ia melakukan apa yang Allah perintahkan. Dengan Iman itu juga Ia dapat menyelamatkan keluarga dari pembinasaan air Bah. Tindakan imannya juga membuktikan kepada dunia bahwa kehidupannya yang saleh mampu mengerakkan hati Tuhan untuk menyelamatkan dan oleh imannya ia ditentukan untuk menerima kebenaran sesuai dengan imannya. Karena imannya ia juga disebut sebagai orang yang saleh atau orang yang benar.

Karena itu milikilah iman yang benar, yang bukan hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tapi dapat menyelamatkan keluarga bahkan mampu memberi dampak bagi orang lain. Kita dapat belajar dari iman Nuh, meskipun ia tidak ada pada zaman ini namun teladan imannya tetap mampu mempengaruhi banyak orang. Iman seperti itulah yang Allah inginkan ada di dalam hidup kita anak-anak-Nya.

Inilah riwayat Nuh: Pada masa itu di atas bumi ini hanya dialah orang yang benar dan tidak bercela. Ia hidup dekat dengan Allah (dan berbuat sesuai dengan kehendak-Nya).
Kejadian 6:9 (FAYH)

Bagikan Artikel: