Iman yang Melampaui Keterbatasan

Sebutan bagi Abraham adalah Bapa orang percaya. Imannya kepada Allah mampu menebus keterbatasannya sebagai manusia biasa. Sebab ia memiliki iman yang luar biasa yang memandang melampaui keadaan dan waktu masa kini. Iman seperti ini membuat seseorang dapat melihat ke depan apa yang akan dilakukan Allah baginya.

Ketika tidak ada landasan lain bagi kehidupan, Abraham membangun imannya di atas dasar firman Tuhan, perkataan Allah. Iman itu terbukti lagi ketika ia mengharapkan seorang putra ketika usianya dan Sara telah lanjut. Karena iman ia dan Sara tetap mempercayai janji Allah bahwa keluarganyaa akan menjadi berkat bagi seluruh dunia. Ia dan Sara mempercayai apa yang Allah katakan, sebab mereka tahu bahwa Allah setia terhadap janjinya. Dan Akhirnya itu terjadi seperti yang dijanjikan Allah, dan mereka memperoleh kemenangan iman yang luar biasa.

Bagaimana dengan kita, apakah iman kita mampu menembus keterbatasan kita sebagai manusia seperti Abraham. Tentu saja kita bisa jika kita sungguh-sungguh mempercayai Allah, seperti Abraham mempercayai-Nya. Yang perlu kita ingat, bagi Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia terhadap janji-Nya, dan Ia bahkan tidak pernah mengingkarinya. Ingatlah juga ketika kita tidak ada dasar untuk berharap, tetaplah berharap kepada Allah.

Maka ketika Allah memberitahu Abraham bahwa Ia akan memberinya seorang putra yang akan menurunkan suatu bangsa yang besar, Abraham percaya kepada Allah, meskipun janji itu nampaknya mustahil terpenuhi.
Roma 4:18 (FAYH)

Bagikan Artikel: