Iman Bukan Bersumber dari Pengalaman

Ada banyak orang merasa yakin akan masuk surga karena begitu banyaknya pengalaman yang sudah mereka dapat sepanjang hidup mereka mulai dari melakukan mujizat, bernubuatan sampai mengusir setan demi nama Yesus. Pengalaman itu memang pernah terjadi dan kita alami, tetapi pengalaman tersebut bernilai benar atau salah?

Sekian banyak orang mendengar satu pengalaman saja memiliki atau mengambil makna yang berbeda-beda. Maka dari sinilah kita baru tahu betapa pentingnya kita untuk kembali kepada sumber kebanaran sejati karena sumber itulah yang akan kita gunakan untuk menginterprestasikan setiap pengalaman demi pengalaman. Orang yang sejati dan kebenaran sejati selalu hidup dari iman menuju kepada iman dan melalui iman. Iman kepada Yesus Kristus, kepada Allah yang benar dengan pengetahuan yang benar.

Karena itu jangan lagi merasa bangga dan merasa paling layak untuk masuk surga hanya berdasarkan pengalaman-pengalaman hidup kita. Mari milikilah pengetahuan yang benar akan Allah dengan mempelajari kebenaran-Nya dengan sungguh-sungguh sebab jika pengetahuan kita benar, maka hidup kita akan berjalan seiringan dengan kebenaran yang kita ketahui. Berjalanlah dengan iman menuju kepada iman dan melalui iman yang benar yaitu Yesus Kristus.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Roma 1:17 (TB)

Bagikan Artikel: