Imamat yang Rajani

Salah satu status kita sebagai warga negara kerajaan Allah adalah “imamat rajani.” Imamat Rajani dalam bahasa Yunani Basileion Hierateuma yaitu, kelompok atau para imam yang bertugas bagi Raja (bukan menunjuk kepada pendeta, hamba Tuhan atau pemimpin rohani, tetapi menunjuk kepada setiap orang percaya yang sudah diselamatkan). Dalam Perjanjian Lama imamat atau keimamatan terbatas pada suatu golongan minoritas saja (imam Lewi). Tugas mereka adalah mempersembahkan korban kepada Allah, mewakili bangsa Israel dan berbicara langsung kepada Allah, tetapi dalam Perjanjian Baru, setiap orang percaya sudah menjadi imam di hadapan Allah. Keimamatan orang percaya memiliki arti bahwa: Pertama, semua orang percaya boleh langsung menghadap Allah melalui Yesus Kristus, menghadap Allah tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga kita dapat menghampiri Allah di mana pun dan kapan pun. Kedua, semua orang percaya berkewajiban untuk hidup kudus. Ketiga, semua orang percaya harus mempersembahkan persembahan rohani. Persembahan rohani bisa berupa pujian penyembahan, pelayanan, doa dan seluruh hidup kita. Keempat, semua orang percaya harus bersyafaat dan saling mendoakan.

Karena itu sebagai imamat yang rajani, Allah memberikan kita kebebasan yang tidak terikat oleh ruang dan waktu untuk menghadap Dia. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk dapat mengenal Allah lebih dekat. Sebab kesempatan ini adalah kesempatan yang diberikan oleh Allah dengan pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Jangan menyia-yiakan kesempatan ini sebab akan ada waktunya, kesempatan itu tertutup bagi kita. Sebagai imamat yang rajani kita juga dituntut untuk dapat menjaga hidup kita agar tetap kudus di hadapan-Nya, sebab Ia adalah Allah dan Raja yang kudus. Selain itu mari kita persembahan hidup kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan agar kita layak menjadi orang-orang yang bersyafaat dan menaikkan doa bagi orang lain. Selamat menjadi  imamat rajani bagi  Raja yang mulia Yesus Kristus Tuhan.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
1 Petrus 2:9

Bagikan Artikel: