Imago Dei

Manusia adalah Imago dei, wakil Allah di bumi. Sebagai wakil Allah di bumi manusia harus bergantung kepada-Nya untuk bimbingan dan arahan dari Allah. Ini berarti bahwa mereka akan menggunakan kebijaksanaan dalam melaksanakan perintah Allah. Sebagai wakil Allah di bumi, manusia menyatakan kemuliaan, keagungan, dan kebijaksanaan Allah di dalam dirinya. Namun kejatuhan manusia menghasilkan ketidakmampuan manusia untuk memerintah atas ciptaan. Kejatuhan membawa kutukan atas tanah dan atas kemampuan manusia untuk memerintah. Kejatuhan juga menghasilkan perpecahan di antara umat manusia secara keseluruhan. Meskipun manusia tetap imago dei, manusia tidak mampu melakukan tanggung jawab mereka dengan benar. Manusia kehilangan kemampuan untuk menjalankan kekuasaan atas ciptaan sebagaimana mestinya. Sebab hubungan manusia dengan Allah sang pemberi mandat telah rusak, dan hubungan manusia dengan sesamanya pun tidak berfungsi dengan benar. Kedatangan Allah yang menjelma sebagai manusia, bertujuan untukĀ  memulihkan hubungan yang telah rusak akibat kejatuhan manusia. Dan hanya kematian-Nyalah yang mampu memperdamaikan hubungan Allah dengan manusia dan hubungan manusia dengan sesamanya.

Kejatuhan manusia telah merusak segalanya, namun saat ini hidup kita telah dipulihkan lewat pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Setelah kita dipulihkan dan berdamai dengan Allah, kita menjadi wakil Allah untuk menyatakan kemuliaan, keagungan dan kebijaksanaan Allah di dunia ini. Mari bergantung penuh kepada Allah, agar kita dapat melakukan tugas kita dengan baik dan tepat di hadapan Allah. Jangan lagi menyia-yiakan pengorbanan Yesus di atas kayu salib yang sudah memperdamaikan kita dengan Allah. Kematian-Nya juga telah membawa kita kepada keselamatan dan hidup yang kekal.

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru Allah, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian anak-Nya. lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya
Roma 5:10

Bagikan Artikel: