Icon.id

Saat ini apakah kita masih membawa icon Allah? Apa identitas kita? Bagaimana orang melihat kita, icon siapakah yang mereka lihat? Ketika orang lain melihat dan mengatakan kita mirip dengan orang tua kita, itu wajar. Tetapi jika orang melihat kita lantas berkomentar bahwa kita tidak mirip dengan orang itu kita, something is wrong with us. Jika sikap, karakter, emosi, rasio, dan tindakan kita tidak sesuai dengan icon yang asli, apakah kita masih berani berkata bahwa kita diciptakan menurut gambar Allah?. Apa yang terjadi pada zaman sekarang sangat berlawanan. Mulut setiap orang selalu penuh dengan umpatan. Bahkan orang-orang di negeri Barat banyak menggunakan nama Kristus untuk memaki-maki orang! Ditambah banyak sekali gereja yang mulai mengompromikan kebenaran Tuhan dengan kebaikan manusia yang justru melawan Tuhan. Sebagai icon Allah, orang lain harus bisa melihat kita sebagai yang sedang mengabarkan injil, tidak perlu dengan kata-kata pun orang lain sudah tahu, karena tindakan kita lebih nyaring dari pada perkataan kita (louder than words). Dan hal-hal seperti ini perlu kita biasakan meskipun sulit.

Mari saat ini kita bersama-sama menampilkan icon kita yang asli. Memang terasa sulit untuk melakukannya, karena dunia telah telah memiliki icon sendiri yang menarik anak-anak Tuhan untuk menampilkan icon mereka. Karena itu mari kita senantiasa memandang kepada the icon kita yaitu Yesus, dengan begitu pandangan kita tidak teralihkan kepada icon-icon yang lain. Mari melalui hidup kita, orang dapat melihat Allah yang sang Icon sejati kita, dan melalui cara-cara hidup kita, kita bisa membawa mereka mengenal Allah dan menunjukkan icon mereka yang sesungguhnya.

karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
1 Tesalonika 5:5

Bagikan Artikel: