Hingga Meneteskan Air Mata

Ujian hidup yang paling berat ketika semua persoalan datang secara bersamaan. Usaha gagal, kehilangan, direndahkan, diremehkan, dihina, ditinggalkan dan tidak memiliki apa-apa. Pada titik ini, seseorang mungkin enggan untuk bertahan hidup. Ia merasa bahwa jika ia hidup pun akan percuma.

Mungkin kita pernah mengalami hal yang sama, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Ada begitu banyak beban yang harus kita tanggung hingga meneteskan air mata. Tidak ada tempat di dunia ini yang mau menerima kita untuk sekedar bersandar. Kita merasa sendirian menjalani ujian hidup yang berat.

Saat tak ada seorang yang mau menerima kehadiran kita, datanglah kepada Tuhan Yesus. Dialah adalah tempat pengungsian yang tepat pada waktu kesesakan. Dia adalah sandaran terbaik untuk mencurahkan segala keluh kesah. Tuhan tahu kita lelah. Tuhan ingin kita percaya kepada-Nya. Ikuti semua prosesnya sampai Tuhan memulihkan kehidupan kita.

Siapa di antaramu yang takut akan Tuhan dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama Tuhan dan bersandar kepada Allahnya!
Yesaya 50:10

Bagikan Artikel: