Hidup yang Diubahkan

Hidup yang Diubahkan
Hidup yang Diubahkan

Kita pasti mengetahui film The Passion of the Christ. Bahkan tidak sedikit dari kita yang telah menontonnya lebih dari sekali. Film yang sering diputar saat menjelang Paskah ini ternyata menyimpan banyak cerita menarik. Seperti kisah pertobatan di antara para kru dan aktor karena banyaknya kejadian-kejadian tak terduga dalam penggarapan film tersebut. Salah satu orang yang bertobat adalah seorang ateis yang berperan sebagai Yudas Iskariot, namanya Luca Lionello.

Hidup yang diubahkan adalah hidup yang memancarkan kemuliaan Allah, hidup yang baru dan telah lepas dari jerat dosa. Seperti yang tertulis dalam Roma 6:6, “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Saat kita memberi diri diubahkan, maka saat itu kita juga mengizinkan Allah untuk mengatur dan menata ulang hati, pikiran, dan kehidupan kita sesuai kehendak-Nya. Allah ingin mengubah hidup kita, memberi hati dan kehidupan yang baru agar kita semakin mencerminkan kemuliaan Allah.

Kasih dan penyataan Allah mampu memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan semua orang. Allah sanggup memakai kehidupan orang lain untuk menyatakan kuasa-Nya pada dunia. Kehidupan yang diubahkan akan membawa kita pada ketaatan dan perubahan karakter menjadi seperti Kristus. Perubahan rohani di dalam Tuhan akan membawa perubahan besar di dalam kehidupan. Berilah hidup kita pada Allah untuk diubahkan, menjadi baru dan siap untuk dipakai sesuai rencana-Nya.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

2 Korintus 3:18

Bagikan Artikel: