Hidup yang Bertanggung Jawab

Di dalam sebuah kelas, murid-murid baru saja diajarkan tentang bagaimana harus bertanggung jawab pada hal-hal yang telah mereka lakukan. Ibu guru tersebut memberikan contoh bahwa saat bangun dari tidur, anak-anak harus belajar untuk membereskan tempat tidur. Begitu pula saat selesai makan di kantin sekolah, bungkus makanan harus dibersihkan dan dibuang ke tempat sampah.

Namun saat jam istrirahat tiba, seorang murid memergoki gurunya selesai makan dan meninggalkan sampah makanan di meja. Sejak saat itulah murid-murid mulai malas mendengarkan ajarannya sebab apa yang diajarkan tidak sesuai dengan perilakuknya sehari-hari. Lantas bagaimana dengan kita? Bisakah kita menjadi garam dan terang dunia jika diri kita masih penuh dengan dosa?

Perilaku tidak bertanggung jawab tidak akan berbuah dan menjadi berkat. Orang-orang seperti itu hanya akan menyusahkan orang lain. Bertanggung jawab memang sangat sulit dilakukan oleh orang-orang tidak mempunyai nyali. Kita sebagai anak-anak Tuhan telah diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas di dunia dengan baik sebagai bentuk rasa tanggung jawab kita kepada Allah.

Kami juga menasihati kamu, Saudara-saudara, tegurlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

1 Tesalonika 5:14

Bagikan Artikel: