Hidup Sebagai Sebuah Kepercayaan

Jika kita percaya bahwa hidup ini adalah pemberian Allah, seharusnya kita menghargainya dengan penuh rasa hormat. Allah telah mempercayakan kepada kita hal yang sangat berharga, antara lain kemampuan berpikir dan berkarya, talenta dan ketrampilan hidup, harta dan waktu. Dalam Alkitab dicatat perumpamaan Tuhan Yesus tentang Tuan dan hamba-hambanya, yang dipercayakan beragam talenta. Di antara ketiga hamba yang menerima talenta, ternyata ada seorang yang dengan sadar memutuskan tidak mau bertanggung jawab atas talenta yang telah diterimanya dan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh tuannya. Hamba itu menguburkan satu talentanya dan menjalani hidup yang sia-sia. Tuhan menegur dengan keras dan menghukum hamba yang menyia-nyiakan kepercayaan tuannya itu.

Lalu bagaimana dengan talenta yang telah Tuhan karuniakan dalam hidup kita? Apakah kita sudah menghargai hidup yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Sudahkah kita menjadi hamba yang dapat dipercaya, yang mengisi hidup kita dengan aktifitas hidup bermakna, yang bertanggung jawab, bermanfaat, dan menjadi berkat bagi diri kita sendiri, serta sesama kita. Jika belum mari kita segera untuk memperbaiki diri, menghargai kepercayaan yang sudah Tuhan beri dengan mempergunakan hidup kita untuk kemuliaan-Nya.

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Matius 25:29 (TB)

Bagikan Artikel: