Hidup karena Percaya

Hidup karena Percaya

Hidup karena Percaya

Seorang akrobatik berencana melakukan aksinya di antara dua buah tebing yang dihubungkan oleh sebuah tali. Pria tersebut ingin menyeberangi jurang di antara tebing tersebut dengan berjalan di atas seutas tali. Sebelum melakukan aksinya, ia meminta seorang relawan untuk digendong saat ia menyeberang, namun tidak ada seorang pun yang bersedia. Akhirnya seorang anak kecil maju dan pria itu membawanya melewati jurang dengan selamat. Semua orang takjub tidak hanya pada sang akrobatik tapi juga pada si anak kecil. Saat ditanya, akhirnya si anak mengaku bahwa sang akrobatik adalah ayahnya, oleh sebab itulah ia sangat percaya.

Iman dan pengharapan di dalam Allah akan memberi kekuatan bagi hidup kita. Rasa percaya yang besar akan memberikan kita perasaan aman. Kita percaya bahwa di dalam nama-Nya ada damai sejahtera yang berlimpah. Dan kita percaya bahwa hidup yang meninggikan nama-Nya adalah hidup yang penuh dengan berkat melimpah. Iman kepada Allah harus ditunjukkan melalui ketaatan dan hidup benar sesuai firman-Nya.

Seperti seorang anak yang percaya kepada bapanya, biarlah kiranya kita menjalani kehidupan dengan percaya penuh kepada Allah. Hidup karena percaya bukanlah kehidupan yang didasari oleh apa yang terjadi atau apa yang terlihat, melainkan didasari oleh apa yang kita imani di dalam Yesus Kristus. Keadaan boleh berbalik dan berubah-ubah, namun pandangan kita tidak boleh kabur dan terpengaruh. Keyakinan kita tidak boleh goyah, harus tetap teguh, sebab janji Allah itu pasti dan kita butuh keteguhan untuk tetap percaya pada janji Allah.

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

Habakuk 2:4

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose