Hidup adalah Kesempatan untuk Berbagi Kasih

Bibi Maya dan Bibi Lala mempunyai rumah yang saling berdekatan. Keduanya memiliki perkebunan. Bibi Maya memagari rumah juga kebunnya dengan berbagai jenis sayuran dan warga sekitar boleh mengambilnya. Sementara Bibi Lala membangun pagar besi agar tak seorang pun mencuri hasil panennya.

Saat terjadi kebakaran hutan dan menimpa beberapa rumah warga termasuk Bibi Maya dan Bibi Lala, warga dengan sigap masuk ke rumah Bibi Maya untuk menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Sementara Bibi Lala harus merelakan hartanya dilalap api karena warga tidak mampu memanjat pagar besi.

Hidup adalah kesempatan untuk berbagi kasih. Berikan apa yang bisa kita beri sesuai dengan kemampuan kita. Memberi tidak melulu soal materi. Bentuk pertolongan sekecil apapun merupakan sebuah pemberian yang tulus dari hati.

Saat kita memilih untuk sombong, pelit dan tidak mau peduli dengan orang lain, itu sama halnya kita membangun pagar besi untuk diri kita sendiri. Dan sewaktu kita mengalami musibah, maka tak seorang pun mau menolong kita.

Untuk hati yang baik akan selalu ada ganjaran yang baik pula. Untuk pertolongan yang terulur bagi sesama, maka saat kesusahan akan ada tangan yang terulur untuk kita. Dan saat kita tak berhenti mengasihi, maka kasih Tuhan pun tidak akan berhenti untuk kita.

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

1 Yohanes 3:18

Bagikan Artikel: