Hati yang Tulus

Hati yang Tulus
Hati yang Tulus

Ketika seseorang sedang jatuh cinta, dia akan melakukan apapun untuk orang yang disukainya. Begitu juga dengan Tuhan Yesus yang mencintai kita. Dia memberikan semua yang kita perlukan. Ia tak pernah lelah mendengarkan keluh kesah kita. Dia juga selalu ada bagi kita.

Namun, apakah balasan yang layak untuk diberikan pada Tuhan Yesus atas cinta dan kasih-Nya bagi kita? Tuhan Yesus tidak membutuhkan harta yang kita miliki. Dia tidak menginginkan ucapan syukur belaka. Dia juga tidak mengharapkan ungkapan kasih saja dari kita.

Tuhan Yesus mengharapkan ketulusan kita. Hati yang tulus saat kita datang kepada-Nya untukĀ  mencari wajah-Nya bukan karena berkat yang Dia sediakan. Sadarkah jika kita sering merasa ingin berdoa hanya karena membutuhkan sesuatu bukan rindu pada-Nya? Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita mencintai Tuhan Yesus, tetapi hati kita tidak tulus pada-Nya?

Berdoa bukan hanya untuk mengungkapkan keinginan kita, tetapi juga sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Tuhan Yesus. Siapakah di antara kita yang tidak senang jika didekati dan diajak berkomunikasi oleh orang yang kita cintai? Siapakah di antara kita yang tidak bahagia jika didatangi orang yang kita sayangi bukan karena suatu hal, tetapi karena dia rindu pada kita?

Tuhan Yesus juga akan merasa sangat senang jika kita dekati dan kita ajak untuk berkomunikasi. Dia juga pasti bahagia jika kita rindukan. Mulai sekarang, mari kita tanamkan pada diri kita bahwa kita harus memiliki hati yang tulus pada Tuhan Yesus sebagai bentuk balasan atas kasih-Nya yang diberikan bagi kita. Hati yang tidak hanya mengharapkan berkat-Nya, tetapi hati yang rindu untuk mencari wajah-Nya.

Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

Mazmur 27:8

Bagikan Artikel: