Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti
Hati yang Tersakiti

Siapa yang tak pernah merasakan sakit hati? Siapa yang tak pernah dikecewakan oleh orang lain? Siapa merasa pernah tidak dihargai? Siapa yang pernah menjerit-jerit agar keluhan dalam hati ini di dengar oleh Tuhan? Siapa yang tak pernah menangis?

Jawabannya adalah tidak ada. Seiap manusia yang hidup, pasti akan merasakan yang namanya sakit hati. Entah dengan keluarga, teman-teman sekolah, teman kerja, atau dengan hal-hal yang lainnya termasuk dengan kekasih hati.

Hati kita ini sangatlah lemah. Hati itu bisa tiba-tiba terbakar, membeku, robek, berlobang, kusut, atau bahkan berubah warna menjadi hitam. Hati itu seperti selembar kertas putih yang dengan cepat mampu memosisikan dirinya dengan sebuah keadaan sekitar.

Jika kita tidak mampu menjaga hati dengan benar, maka dengan mudahnya hati itu menjadi rusak. Saat tersakiti, maka hati yang rusak itu tak lagi terkendali sehingga kitalah yang akan dikuasai oleh hati yang hajat. Berkata-kata kotor, membalas dendam serta melakukan hal-hal yang sama sekali tidak menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan Yesus telah sering kali terluka hatinya. Namun Tuhan dengan kasih-Nya yang murni itu telah mengampuni dan mengalirkan berkat-Nya kepada orang-orang yang telah menyakiti-Nya. Perbuatan orang lain yang begitu mengecewakan sama halnya sebuah amplas yang sedang Tuhan gosokkan dalam kehidupan kita. Saat kita mampu bertahan dan percaya kepada Tuhan, maka kita akan menjadi pribadi yang berkilau di mata-Nya. Maka ampunilah orang-orang yang telah membuat hati kita tersakiti.

Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

Ayub 5:2

Bagikan Artikel: