Hati yang Setia

Hati yang Setia
Hati yang Setia

Hachiko adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu yang terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikannya. Hachi adalah anjing peliharaan seorang Profesor yang mengajar di Universitas Tokyo. Ketika Profesor berangkat kerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya dari depan pintu gerbang atau hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput. Namun setelah majikannya meninggal, Hachiko masih terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo. Dan ini berlangsung terus-menerus sampai ia meninggal.

Kesetiaan Hachiko yang masih dikenang sampai saat ini turut mengingatkan kita untuk semakin meningkatkan kesetiaan kita kepada Allah. Yesus telah membuktikan kesetiaan-Nya sampai Ia rela mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Tidak ada kesetiaan yang lebih besar dari yang Yesus lakukan. Respon yang dapat kita berikan adalah hati yang setia dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Tidak sedikit rintangan yang membuat kita sulit untuk menjadi setia, namun iman dan kesetiaan kita harus semakin kuat dan teruji.

Tuhan mencari hati yang setia, hati yang bersedia dibentuk dan menjalankan perintah-perintah-Nya. Tidak hanya saat keadaan baik-baik saja, tetapi di dalam segala keadaan kita harus tetap menjaga kesetiaan pada Allah. Seperti yang tertulis dalam Wahyu 2:10b, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Lakukanlah bagian kita dengan setia hingga pada akhirnya kita dapat menikmati yang Tuhan janjikan bagi kita. Milikilah hati yang setia sama seperti Allah yang selalu setia.

Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju.

1 Raja-raja 2:3

Bagikan Artikel: