Hati yang Memaafkan

Setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan hidupnya. Begitu juga dengan sikap hati yang hendak diambil. Tidak ada yang bisa mengatur apakah seseorang akan terus membenci atau memaafkan. Sangat wajar jika muncul rasa kecewa dan luka hati bila disaikiti. Namun bila rasa kecewa terus dipelihara dalam hati maka akan timbul kepahitan.

Kepahitan adalah racun bagi diri kita sendiri. Hidup kita akan semakin sakit bila setiap hari terus meminum kebencian yang sama. Bila kita ingin hidup dengan tenang dan bahagia, maka kita harus memiliki hati yang memaafkan. Sebab hanya dengan memaafkanlah hati akan terobati dari rasa sakit.

Pengampunan memang tidak akan bisa mengubah apa yang telah terjadi. Tapi dengan mengampuni, hati kita bisa berubah menjadi lebih damai. Dan saat hati kita damai serta penuh dengan sukacita, maka kita akan dapat melihat berkat-berkat yang baru dari Tuhan.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Kolose 3:13

Bagikan Artikel: