Hati yang Mau Melayani

Berbicara tentang pelayanan atau melayani bukan lagi hal yang asing bagi kita. Setiap kita pasti sudah pernah melayani, baik dalam keluarga, gereja atau di tempat kita bekerja. Bahkan kita dapat disebut sebagai pelayan. Berbicara tentang pelayanan atau melayani, kita belajar dari Yesus yang sudah terlebih dahulu melayani kita. Dalam Injil Markus dikatakan bahwa Anak Manusia (Yesus) datang untuk melayani bukan dilayani; dalam Injil Lukas juga dikatakan bahwa Yesus datang sebagai pelayan. Melayani adalah suatu kegiatan membantu orang lain atau memberikan diri untuk menolong lain. Ada beberapa cara melayani; melayani dengan harta atau kekayaan, melayani dengan tenaga atau pikiran dan melayani dengan tindakan dan perbuatan kita. Hati yang melayani harus dimiliki oleh setiap orang percaya karena itu adalah perintah Tuhan dan teladan yang telah diberikannya kepada kita.

Karena itu jika kita mengaku pengikut Kristus dan ingin menjadi sama seperti Dia, kita dituntut untuk memiliki hati yang rela melayani. Mampu mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Kita tahu ini bukanlah perbuatan yang mudah, namun Yesus sebagai teladan hidup kita telah melakukan-Nya, agar kita pengikut-Nya juga mampu untuk melakukannya. Mungkin sebagian dari kita tidak memiliki harta untuk membantu seseorang, namun kita punya hati untuk dapat mengasihi dan memberikan perhatian dan dukungan bagi orang-orang yang membutuhkannya. Mari kita lakukan tugas pelayanan kita dengan sungguh-sungguh karena kasih kita kepada Tuhan.

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
1 Petrus 4:10

Bagikan Artikel: