Hati untuk Istriku

Hati untuk Istriku
Hati untuk Istriku

Ada seorang pria yang sedang menjalani wawancara di sebuah perusahaan. Pria itu rupanya berasal dari luar kota. Ia rela terpisah dengan istri dan anak-anaknya demi diterima kerja di tempat ia sedang menjalani wawancara.

“Bagaimana kau dapat menjaga keluargamu jika memilih bekerja di tempat ini?” tanya pewawancara.

“Yang harus saya jaga selama saya jauh dari istri dan anak-anak adalah hati. Hati saya ini adalah milik mereka, dan di dalam hati ini terdapat banyak harapan,” jawab pria itu.

Untuk siapa kita sebenarnya hidup di dunia ini selain untuk Tuhan? Jawabannya adalah keluarga. Di manapun kita berada saat ini, apapun yang sedang kita kerjakan, jangan pernah lupakan keluarga. Sebab merekalah yang berdoa siang dan malam untuk kita. Jangan pernah tinggalkan keluarga untuk mengejar dosa. Selama kita takut akan Tuhan dan berjalan di jalan-Nya, maka dosa itu tidak akan mendekat.

Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.

Amsal 2:20

Bagikan Artikel: