Hati Manusia

Hati manusia itu seperti sebuah cangkir. Bila kita memenuhinya dengan kasih, maka akan semakin sedikit ruang di hati kita untuk membenci. Biarlah selama kita hidup hanya menyajikan yang terbaik kepada sesama. Biarlah hidup kita menjadi saluran berkat. Bukan hanya kita yang merasakan manisnya kebaikan kasih Tuhan, namun juga sesama.

Namun bila hati kita penuh dengan kebusukan, maka tidak akan ada lagi ruang untuk mengasihi sesama. Kehadiran kita akan menjadi batu sandungan. Hidup kita hanya akan mengecewakan dan menyakiti hati orang-orang di sekitar kita. Tidak akan ada seorang pun yang mengingini minuman pahit, demikian juga bila kehidupan kita terasa pahit. Tidak akan ada yang menginginkan kehadiran kita.

Jadilah baik di manapun kita berada. Jadilah baik apa adanya dan jangan berpura-pura untuk menjadi baik. Mungkin kita bisa menipu sesama, namun kita tidak bisa menipu Tuhan. Jika kita ingin berbuat baik, maka hati kita haruslah sudah baik. Jangan lain di hati, lain pula di bibir.

Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Amsal 11:27

Bagikan Artikel: