Hati Bapa

Ada seorang murid laki-laki yang menangis karena bekal makan siangnya tumpah. Ada beberapa guru muda mencoba untuk menenangkannya namun tidak ada yang berhasil. Lain halnya dengan seorang guru paruh baya, ia mendekati anak itu dan mengajaknya berbincang. Anak itu pun mulai berhenti menangis lalu kembali tersenyum ketika menerima bekal yang guru paruh baya berikan kepadanya.

Itulah perbedaan antara guru muda yang belum memiliki anak dengan guru paruh baya yang sudah memiliki anak. Guru muda tidak memiliki hati bapa sehingga mereka belum bisa memahami kemauan muridnya.

Seperti itulah Bapa kita di sorga. Bapa sangat memahami kita. Bapa tahu apa yang kita butuhkan. Bapa selalu hadir ketika kita memerlukan penghiburan. Kita adalah anak kesayangan-Nya di mana Bapa akan memberikan apa yang kita pergumulkan. Jangan pernah ragukan kasih Bapa dalam hidup kita. Jangan pernah ragukan berkat-Nya. Tuhan tidak menciptakan kita lalu membiarkannya begitu saja. Tuhan akan selalu memelihara.

Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia

Daniel 9:9

Bagikan Artikel: