Hari yang Malas

Hari yang Malas
Hari yang Malas

Pagi tadi adik saya sangat malas untuk bangkit dari tempat tidurnya. Dia merasa bahwa sekarang adalah hari yang membuatnya tidak bergairah. Adik saya merasa kehilangan semangat dan dia meyakini bahwa hari ini akan ia lewati dengan sangat buruk.

Adakah Tuhan menciptakan hari yang buruk? Adakah Tuhan tidak mencurahkan berjat setiap harinya? Adakah Tuhan menciptakan hari untuk suatu kesia-siaan? Tidak. Tuhan pasti telah menyediakan rencana indah untuk kita lalui dan jalani setiap harinya. Kemalasan itu muncul dari dalam pikiran kita sendiri sehingga ketika kita meyakininya, maka semangat itu akan tenggelam.

Seperti seorang petani yang malas untuk membajak namun ingin menuai hasil yang melimpah, maka di masa depan petani tersebut hanya akan bisa menikmati hasil dari kemalasannya. Buah dari kemalasan adalah kehidupan yang berkekurangan, apakah kita ingin hidup dalam kekurangan?

Oleh sebab itu buanglah rasa malas dari pikiran kita. Lebih baik kita memikirkan hal-hal yang positif dan melakukannya dengan sebaik-baiknya dari pada kita menjadi pemimpi tanpa berkat. Berkat akan tercurah di rumah orang-orang yang rajin dan bukan di rumah pemalas.

Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Amsal 12:27

Bagikan Artikel: