Hargai Kasih dan Setia-Nya

Hargai Kasih dan Setia-Nya
Hargai Kasih dan Setia-Nya

Tentu kita pernah tahu atau mendengar cerita tentang Pinokio. Berdasarkan dongeng tersebut, Pinokio adalah boneka kayu yang diciptaan oleh seorang tukangĀ  kayu bernama Geppeto. Geppeto sendiri adalah seorang yang sudah lanjut umur tetapi sangat merindukan hadirnya seorang anak untuk menemani di hari-hari tuanya. Untuk itulah dia menciptakan boneka kayu yang diberi nama Pinokio. Melihat keinginan Geppeto yang sangat menggebu itu, seorang peri merasa hancur hatinya dan kemudian menghidupkan boneka kayu tersebut. Namun demikian, kebahagiaan Geppeto seakan musnah ketika Pinokio meninggalkan Geppeto yang bukan kepalang sayangnya. Pinokio yang semula tulus dan polos itu lambat laun jadi egois dan suka berbohong. Tetapi itu semua tidak mengubah kasih dan sayang Geppeto kepada Pinokio. Setiap hari ditunggunya bocah itu di rumah. Makanan terbaik pun selalu dihidangkan, meskipun pada akhirnya menjadi busuk karena tidak dimakan. Tetapi hal menggembirakan pun menghampiri Geppeto. Pinokio pun pulang dan disambutnya dengan sukacita.

Cerita di atas memang hanyalah sebuah dongeng. Namun demikian, di dalam kehidupan rohani kita dengan Tuhan, kita sering berlaku seperti Pinokio. Tuhan dengan segala kesempurnaan-Nya rela meninggalkan tahta dan kemuliaan-Nya, turun ke dalam dunia dan menyelamatkan kita, manusia. Bahkan lebih daripada itu, Dia merelakan diri-Nya untuk disiksa, disalibkan dan akhirnya memberikan nyawa-Nya supaya kita, debu tanah ini mendapat kemuliaan yang sama dengan Tuhan. Tetapi sangat sering kita tidak menyadari pengorbanan Tuhan yang memperjuangkan kita supaya bisa luput dari penghukuman kekal. Bahkan yang kita lakukan justru meninggalkan atau menukar Tuhan dengan pekerjaan, jodoh, maupun jabatan.

Tuhan Yesus melalui perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32), menuturkan bahwa kasih Tuhan itu seperti bapa yang sangat mengasihi anaknya. Dari perumpamaan tersebut kita bisa melihat betapa Tuhan sangat mengasihi kita sebagai anak-Nya, lebih daripada semua sosok ayah terbaik yang digambarkan oleh dunia ini. Ketahuilah bahwa seberapa hebat dosa dan pelanggaran kita yang telah menyakiti hati Tuhan, asalkan kita sungguh-sungguh bertobat, maka Tuhan akan selalu menunggu kita dengan tangan terbuka. Maka dari itu, janganlah kita mengulur waktu lagi dengan membiarkan Tuhan menunggu kita lebih lama. Selagi kita punya kesempatan, hendaklah kita kembali kepada Tuhan.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Mazmur 103:13

Bagikan Artikel: