Hamba Allah

Status kita sebagai warga negara Kerajaan Allah yang selanjutnya adalah Hamba Allah atau hamba Tuhan. Pemahaman orang percaya bahwa “hamba Allah atau hamba Tuhan” adalah menunjuk kepada mereka para pemimpin rohaniawan (pendeta, penginjil, dll). Namun sebenarnya status sebagai hamba Allah ditunjukkan kepada setiap orang percaya tanpa terkecuali. Sebab setiap orang yang sudah dimerdekakan adalah hamba Allah. Kita sebagai hamba dan Tuhan sebagai tuan. Hamba berarti abdi atau pengabdi kepada Tuhan sebagai tuan atau penguasa atau yang berkuasa dalam hidup seseorang. Ada beberapa ciri hamba Allah yaitu; hidup sebagai orang merdeka, melakukan kehendak Allah dengan sepenuh hati, hidup berkenan dan menyukakan hati Allah, dapat dipercaya dan setia. Kata dapat dipercaya ini berarti setia, bertanggungjawab kepada Allah sang Tuan.

Karena itu sadarilah bahwa setiap kita adalah hamba Allah, biarlah kita menjadi hamba-hamba Allah yang dapat dipercaya dan setia kepada Allah. Setia dan bertanggungjawab atas segala kepercayaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan kepada kita, baik kesempatan untuk hidup atau untuk melayani. Sebagai hamba mari kita menyenangkan hati Tuan kita yaitu Yesus Kristus. Sebab upah bagi hamba Allah yang setia adalah hidup kekal dan mendapatkan kebahagiaan bersama dengan Tuhan.

Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
Roma 6:22

Bagikan Artikel: