Generasi Tahan Banting

Generasi Tahan Banting
Generasi Tahan Banting

Pernakah mendengar kalimat seperti ini ataukah kita sendiri yang mengucapkannya? Saya bosan dengan pekerjaan saya, saya ingin berhenti. Saya tidak suka dengan rekan kerja saya, dia selalu merendahkan saya. Saya membenci bos saya karena dia suka mengkritik saya. Saya tidak mau berteman lagi dengan mereka karena mereka mengucilkan saya. Dosen saya tidak adil karena memberikan nilai yang lebih baik kepada si A padahal saya sudah rajin belajar atau mama suka pilih kasih dan selalu memarahi saya dibandingkan adik.

Ada beberapa perusahaan yang lebih memilih untuk mempertahankan pegawai-pegawainya yang sudah tua dan berpengalaman bahkan pensiun karena angkatan generasi sebelumnya dinilai lebih rajin dan tahan banting dibanding generasi sekarang. Anak-anak generasi millennium sudah menjadi generasi yang tidak tahan banting dan tahan uji karena dimanjakan oleh berbagai kemudahan. Kita bisa mendapatkan apa saja yang kita mau, melakukan apa saja lewat satu device kecil yang dalam sekali klik bisa menghubungkan kita dengan apa saja.

Waspadalah, jangan terlalu terlena dengan kemudahan yang disuguhkan dunia. Jika kita ingin sukses, maka kita harus berdoa dan bekerja “ORA ET LABORA”. Berhentilah mengeluh dan hadapilah kenyataan dan tantangan hidup dengan berani. Milikilah kedewasaan sikap dan rohani. Jika ada beberapa orang atau hal yang melemahkan semangat dan iman kita, jangan mengalah terhadap keadaan. Bangkitlah, introspeksi diri dan berubahlah menjadi pribadi yang dikehendaki Tuhan karena terkadang Tuhan memakai orang lain di sekitar kita untuk membentuk karakter kita sesuai kehendak-Nya.

Janganlah engkau menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah demi pembaharuan budimu.

Matius 3:14-16

Bagikan Artikel: