Garam Dunia

Status kita selanjutnya sebagai warga negara Kerajaan Allah adalah garam dunia. Kita tahu bahwa fungsi garam adalah memberi rasa asin/nikmat, sebagai pengawet dan sebagaiĀ  penyedap rasa. Lalu apa fungsi kita sebagai garam dunia? Pertama, sebagai garam dunia orang percaya harus memberikan kenikmatan bagi dunia berupa kasih, damai sukacita bagi orang-orang di sekitar kita bahkan di mana pun kita berada, menjadi berkat bagi siapa pun, ucapan kita harus dapat memberi semangat bukan melemahkan. Kedua, dunia sekarang penuh dengan dosa dan kejahatan yang pada akhirnya berbau busuk di hadapan Allah. Karenanya orang percaya harus menjadi teladan dalam perilaku, kebenaran, kekudusan sehingga orang lain tidak melakukan kejahatan dan dosa. Ketiga, kita adalah orang-orang yang terus memiliki rasa akan Allah, haus akan firman-Nya, Roh-Nya, hadirat-Nya, anugerah-Nya, dll.

Karena itu, sadarilah bahwa kita adalah garam dunia. Jika kita tidak menjalankan fungsi kita untuk memberi rasa kepada dunia, maka kita tidak lagi disebut sebagai garam dunia. Ketika kita tidak layak disebut garam dunia, maka kita akan menjadi orang-orang yang terbuang, orang-orang yang tidak berguna, yang pada akhirnya akan dibuang dan diinjak-injak sesama. Mari kita jalankan tugas dan tanggung jawab sebagai garam dunia agar kita memberi rasa kepada dunia dan layak disebut sebagai garam dunia oleh Allah.

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Matius 5:13

Bagikan Artikel: