Gambar Allah

Akhir-akhir ini kita sering melihat kekerasan terjadi di sekeliling kita. Entah kekerasan fisik maupun perkataan. Kita sering melihat orang yang menganggap derajat dirinya lebih tinggi dibanding orang lain. Tidak mengherankan jika kita melihat sikap dan perilakunya mencerminkan bahwa dirinya lebih mampu, lebih hebat dan lebih berkuasa dari orang lain. Ingat, pada awalnya Allah menciptakan manusia serupa dengan gambar-Nya. Akhir zaman ini manusia yang semula menampilkan gambar diri Allah, menjadi rusak dan cacat karena alasan klasik yang hakiki, dosa. Tanpa disadari, manusia yang hidup di dunia ini, terseret oleh perilaku dunia. Hal ini terjadi karena manusia lebih menuruti keinginan daging dibanding melakukan kehendak Allah. Akibatnya gambar diri yang telah dipulihkan oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib menjadi rusak akibat ulah manusia itu sendiri.

Karena itu, jangan sia-siakan pengorbanan Yesus di atas kayu. Jangan hidup dengan cara-cara dunia, jangan diperbudak oleh keinginan daging dan dibelenggu dosa. Jika kita masih hidup dengan cara-cara yang demikian, artinya kita sedang menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya. Mari kita perbaharui hidup kita agar rupa dan gambar Allah tinggal dalam hidup kita.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kejadian 1:27

Bagikan Artikel: