Emas Murni Tidak Takut Api

Emas Murni Tidak Takut Api
Emas Murni Tidak Takut Api

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang cerdas dan baik perawakannya. Pemuda ini dikenal sangat cerdas dan takut akan Tuhan. Berkat kecerdasannya yang sangat luar biasa, tak butuh waktu lama bagi sang raja untuk mengangkatnya sebagai salah satu dari tangan kanan raja yang sangat dipercayai. Banyak keputusan dan pertimbangan raja yang melalui persetujuan pemuda ini, sehingga semakin majulah negeri itu. Tetapi di balik prestasinya itu ada banyak orang yang cemburu dan berusaha melenyapkan pemuda ini. Sampai pada akhirnya beberapa orang dari istana mulai memperdebatkan iman percayanya kepada Tuhan.

Meskipun pemuda ini mendapat begitu banyak  tekanan untuk menyangkal imannya, pemuda ini tetap teguh pada imannya. Akhirnya, karena iman percayanya pemuda ini pun dihukum dengan cara dimasukkan ke dalam gua singa. Sang raja pun tidak dapat berbuat apa-apa terhadap pemuda ini. Tetapi hal yang menarik adalah Tuhan Allah menolong pemuda ini dengan mengatup mulut-mulut singa itu, sehingga tidak ada satu singa pun yang menerkam pemuda ini, dan hasilnya seluruh negeri itu menjadi percaya kepada Tuhan.

Kisah tersebut bukanlah cerita dongeng. Kisah tersebut merupakan kisah perjalanan hidup Daniel bersama Tuhan. Sebagai orang kristen, kita perlu meneladani sikap hati Daniel yang selalu mengandalkan Tuhan dalam kondisi apapun. Ketika kita diperhadapkan dengan ujian hidup, sebenarnya ini merupakan peristiwa di mana kita semakin dimurnikan di hadapan Tuhan, seperti halnya emas murni yang selalu diperbaharui dengan cara dimasukkan ke dalam api. Terkadang proses pemurnian kita tidaklah mudah. Akan ada banyak batu terjal yang menjatuhkan, kadang ada kubangan yang menghentikan langkah kita, kadang pula ada badai yang dapat menenggelamkan kapal kita. Tetapi sebagai ciptaan Tuhan yang diibaratkan dengan emas murni, kita tidak perlu takut dengan panasnya kobaran api pemurnian tersebut, karena firman Tuhan di dalam Filipi 4:13 dengan jelas mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Sehingga, justru lewat proses pemurnian tersebut kita akan semakin diperbaharui untuk kemuliaan dan kebesaran nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dari Tuhan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

1 Petrus  1:6-7

Bagikan Artikel: