Emas Murni atau Emas Imitasi?

Emas Murni
Emas Murni

Di ujung jalan terdapat dua toko saling bersebalahan. Toko yang pertama menjual perhiasan emas dengan harga yang tinggi, semantara toko kedua menjual perhiasan emas dengan harga rendah. Meskipun perhiasan emas toko kedua lebih murah, ternyata tidak memiliki pembeli sebanyak toko pertama.

Rupanya toko dua menjual perhiasan emas imitasi. Toko itu memakai perunggu untuk kemudian dilapisi emas. Ketika orang-orang memakainya dalam waktu yang lama, lapisan emas itu terkelupas sehingga terlihat perunggunya dan itulah yang membuat banyak orang kecewa.

Tentunya kita tidak ingin menjadi pribadi seperti emas imitasi. Kita harus hidup seperi emas murni. Emas murni berkali-kali ditempa, dipanaskan sampai betul-betul murni. Agar ketika kita mendapatkan berbagai-bagai pencobaan, iman kita akan tetap timbul seperti emas dan kita tidak ikut tenggelam dalam kebinasaan.

Sudah siapkah kita jika suatu saat Tuhan memproses hidup kita, menempa kita berkali-kali dengan berbagai macam masalah dan persoalan hidup? Akankah kita tetap kuat, tetap murni dan timbul seperti emas atau malah terlihat aslinya seperti perunggu?

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.

Ayub 23:10-12

Bagikan Artikel: