Dusta di Hadapan Tuhan

Saya pernah membaca sebuah karya fiksi tentang kematian. Dikisahkan seorang pria kaya tiba-tiba mengalami kecelakaan. Pria itu sedang koma di rumah sakit. Rohnya pun melayang dan bertemu dengan Tuhan. Pria itu ingin masuk ke dalam sorga, tapi Tuhan memberinya beberapa pertanyaan.

“Apa yang sudah kamu lakukan selama di dunia ini?”
“Aku sudah melakukan semua yang baik, Tuhan. Aku selalu memberi dan menyumbang di gereja.”
“Apa kamu sering berbuat dosa?”
“Itu dulu Tuhan, sebelum aku bertobat.”

Tuhan pun akhirnya menyalakan kembali tentang perjalanan hidup pria itu. Seperti sebuah televisi besar yang menampilkan pria itu dari bayi hingga mengalami celaka. Pria itu pun akhirnya tidak bisa menyangkal semua dosa-dosa yang telah diperbuat semasa hidupnya.

Sehebat apapun dusta yang kita ciptakan, tidak akan pernah bisa membohongi Tuhan. Mungkin kita memang bisa menipu manusia sehingga kita terlihat begitu terhormat. Namun dengan dusta yang selalu kita lakukan setiap hari akan tetap menjadi noda di hadapan Tuhan. Kita harus secepatnya membersihkan noda dusta dengan pertobatan.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu.
Mazmur 120:2

Bagikan Artikel: