Dunia Menuntut Pemimpin yang Superior

Dunia sama sekali tidak memberikan apresiasi terhadap kerendahan hati, karena kerendahan hati dianggap identik dengan kelemahan dan kerugian. Dunia menuntut kekuasaan, bukan kelemahan. Di dalam dunia kepemimpinan, dunia mengharapkan seorang pemimpin yang tangguh, maskulin dan otoritatif, bahkan kalau perlu opresif.

Sedangkan pemimpin ideal Yesus adalah anak kecil yang tidak berdaya, yang sangat bergantung kepada orang lain. Karena itu terdapat kontras yang sangat tajam antara kedua konsep di atas. Tidak ada kompromi di tengah-tengahnya, karena itu kita harus memilih. Masalahnya adalah kerendahan hati hampir punah pada masa ini, sebab banyak pemimpin yang dituntut untuk senantiasa membuktikan diri superior dibandingkan orang lain. Kerendahan hati menjadi komoditi kepemimpinan yang semakin langka.

Itulah sebabnya Yesus menekankan kepada murid-murid-Nya jika ingin menjadi yang terbesar mereka harus menjadi seorang pelayan terlebih dahalu, jika ingin menjadi pemimpin yang berkenan kepada Tuhan harus menjadi seperti anak kecil. Yesus ingin menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kerendahan hati, hati yang mudah dibentuk, mudah untuk menerima saran dan hati yang tidak mudah berbalik. Karena itu jika ingin menjadi pemimpin yang sukses dan berkenan milikilah kriteria-kriteria yang Tuhan inginkan ada dalam hidup kita.

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah  belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Kolose 3:12

Bagikan Artikel: