Doakanlah Mereka

Tidak dapat dipungkiri bahwa durasi terbanyak dalam doa-doa kita adalah mendoakan diri sendiri. Keluarga dan orang terdekat yang kita cintai. Hal ini terjadi karena kecenderungan manusia adalah dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya, hingga lupa bahwa tugas kita sebagai orang percaya adalah berdoa syafaat. Bersyafaat artinya berdiri di antara jurang yang terpisah, dalam hal ini antara Allah dengan orang lain. Bersyafaat juga berarti membawa permohonan untuk kepentingan orang lain. Ketika kita bersyafaat, kita tidak bersyafaat seorang diri. Roh Kudus yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita juga bersyafaat untuk kita dan untuk semua orang. Ia tidak hanya mengajar dan memimpin seseorang dalam seluruh kebenaran, melainkan juga mengajar cara untuk berdoa.

Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita sudah bersyafaat untuk orang lain atau kita hanya berdoa untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat yang kita cintai? Jika kita belum bersyafaat untuk orang lain, mari kita melatih diri kita untuk melakukannya. Apalagi hari-hari terakhir ini, ada banyak orang yang membutuhkan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sukar. Mari kita mulai membiasakan diri untuk melihat kesulitan dan kebutuhan orang lain. Berdoa untuk tenaga kesehatan, orang-orang yang sedang berjuang melawan virus corona dan berdoa bagi bangsa agar Tuhan turun tangan memulihkan. Ingatlah ketika kita berdoa, kita tidak sendirian, ada Roh Kudus yang diam dalam diri kita, akan membantu kita menyampaikan segala permohonan kepada Tuhan. Bahkan ketika kita berdoa dengan segala keluhan-keluhan yang tidak terucapkan, Roh Kudus itu sendiri yang berdoa kepada Allah bagi kita.

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Roma 8:26

Bagikan Artikel: